SELEBUNG – 23/8/25. Pemerintah Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, merancang sebuah terobosan strategis di sektor pertanian dengan merencanakan pendirian Bank Benih Desa Madani. Inisiatif ini bertujuan untuk mengkonservasi dan menyediakan benih berbagai jenis komoditas pertanian unggulan yang mulai langka, sekaligus menjamin ketersediaan benih bermutu bagi para petani di tingkat lokal.
Rencana ini mengemuka dalam sebuah pertemuan informal antara Pemerintah Desa, Kelompok Tani dan Gapoktan Tiga Bersatu di sekretariat Gapoktan Tiga Bersatu Dusun Tojong ojong Timuk Desa Selebung Sabtu (22/8/2025). Gagasan ini mendapatkan respons positif dari berbagai pihak sebagai langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan desa.
Kepala Desa Selebung, Agus Kusumahadi, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya kemandirian desa di sektor pertanian. "Selama ini, petani kita sering bergantung pada benih hibrida dari luar yang harganya terus naik dan harus dibeli setiap musim. Dengan bank benih sendiri, kita ingin melestarikan benih-benih lokal warisan leluhur yang sudah teruji adaptif dengan lahan dan iklim kita, sekaligus menghemat biaya produksi petani atau bisa juga merefleksi benih-benih unggul yang berkembang saat ini" ujarnya.
Bank benih yang direncanakan tidak hanya berfungsi sebagai gudang penyimpanan benih. Lebih dari itu, lembaga ini akan menjadi pusat pengelolaan benih yang terintegrasi, meliputi kegiatan seleksi, produksi, penyimpanan, dan distribusi benih kepada para petani.
Komoditas yang akan diprioritaskan meliputi berbagai jenis varietas padi, palawija (jagung, kedelai, kacang tanah), sayuran khas dataran medium (sawi, kubis, wortel, tomat), serta tanaman rempah seperti jahe, merica, pala dan kunyit. Selain itu, bank benih juga diharapkan dapat mengembangkan bibit kopi unggulan dan tanaman lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Kepala Desa Selebung juga memaparkan bahwa rencana pembangunan bank benih akan dilakukan secara bertahap.
"Tahap awal tahun ini adalah pendataan dan inventarisasi benih-benih lokal yang masih dimiliki oleh petani. Kami juga akan melakukan pelatihan bagi pengelola dan petani tentang teknik produksi benih yang benar (penangkaran benih) dan metode penyimpanan yang tepat agar benih tidak cepat rusak," jelasnya.
Tahap selanjutnya adalah pembangunan atau alih fungsi sebuah ruangan khusus yang memenuhi syarat untuk penyimpanan benih, seperti suhu dan kelembaban yang terkontrol. Pemerintah Desa juga akan mengalokasikan sebagian Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk operasional awal proyek percontohan ini.
Ketua Gapoktan Tiga Bersatu, Bapak Sukardi, SH, mewakili suara petani, mengungkapkan antusiasmenya. "Ini kabar bagus. Kami sering kesulitan dapat benih yang baik dan harganya mahal. Kalau ada bank benih desa, kami bisa pinjam benih, tanam, lalu kembalikan lagi setelah panen dalam bentuk benih dengan jumlah yang lebih banyak. Ini seperti menabung untuk masa depan anak cucu kita."
Dengan adanya Bank Benih Desa Selebung ini, diharapkan dapat menjadi pilot project yang tidak hanya memulihkan kembali kejayaan varietas lokal tetapi juga memperkuat kemandirian dan ekonomi petani di tingkat akar rumput.
Kontributor; Tim Media Selebung Madani
Editor; Gusde
Husen
23 Agustus 2025 19:48:56
Kereen