Selebung — Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB bersama masyarakat Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, menggelar Dialog Warga tentang pencegahan praktik Female Genital Mutilation (FGM) atau Pemotongan/Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP), pada Jum'at (7 November 2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya dan dampak jangka panjang praktik tersebut, sekaligus mendorong komitmen bersama dalam melindungi hak-hak anak perempuan di tingkat desa.
Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Desa Selebung ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader posyandu, serta perwakilan organisasi perempuan dan pemuda. Turut hadir team dari LPA NTB, (Bajang Tony dan MBK Julia), yang memberikan paparan mengenai data praktik FGM di NTB dan strategi pencegahannya melalui pendekatan sosial dan budaya.
“Praktik P2GP seringkali dilakukan atas dasar tradisi dan mitos, namun sejatinya membahayakan kesehatan reproduksi perempuan dan melanggar hak anak,” ujar (Bajang Tony) dalam sambutannya. “Melalui dialog ini, kami berharap masyarakat memahami bahwa melindungi anak perempuan berarti melindungi masa depan generasi.”
Selama kegiatan, peserta terlibat aktif dalam diskusi mengenai pengalaman lokal, tantangan di lapangan, serta solusi berbasis komunitas. Beberapa tokoh agama juga menyampaikan pandangannya bahwa praktik pemotongan genital perempuan tidak memiliki dasar dalam ajaran agama, dan perlu dihentikan dengan pendekatan edukatif.
Kepala Desa Selebung, (Agus Kusumahadi), menyampaikan apresiasi atas inisiatif LPA NTB yang telah menghadirkan ruang dialog terbuka di masyarakat. “Kami berkomitmen menjadikan Desa Selebung sebagai desa ramah anak yang bebas dari praktik P2GP. Pemerintah desa akan mendukung melalui peraturan desa dan program penyuluhan berkelanjutan,” ujarnya.
Dialog warga ini merupakan bagian dari rangkaian program LPA NTB dalam upaya penghapusan praktik P2GP di wilayah Nusa Tenggara Barat, bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan tokoh agama. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh peserta untuk mendukung gerakan “Anak Perempuan NTB Sehat dan Aman Tanpa P2GP”.
Tim Media Selebung Madani
Editor: Gusde
Husen
23 Agustus 2025 19:48:56
Kereen...